Cuman satu kata yang bisa saya katakan untuk pertandingan ini. BRILLIANT . Memang bukan pertandingan paling indah yang pernah saya lihat, tapi bisa saya katakan ini adalah yang paling MENEGANGKAN dalam hidup saya. Dan semua telah berakhir. Inter deserve their final ticket, despite losing 1-0 in Camp Nou.
Sebenarnya pertempuran dilakukan seperti bermain game. Tim yang satu dengan nafsu membara memborbardir lawannya, di bom sana-sini. Yang lain, seerti jaga benteng, menumpuk 9 orang (yes, Thiago Motta got sent off) di depan kiper. Statistik mengatakan semuanya. Ball Possesion : Barcelona 86% – 14% Internazionale. Can’t you imagine that? But I am rally satisfy with result though
Report
Jose Mourinho tidak mengubah sedikitpun susunan pemain nya saat bermain kandang pada first leg semi final minggu lalu, tapi terpaksa melakukan perubahan di saat terakhir karena Goran Pandev cedera (oh my, saat yang paling nggak tepat buat encok). Cristian Chivu akhirnya menjadi starter, mengisi posisi sayap kiri.
Tuan rumah memulai serangannya dari menit awal, tapi Walter Samuel melakukan pekerjaannya dengan sangat baik. Intercept di saat yang tepat mematahkan through pass pemain Barca.
Moral Boost kemudian diterima Barcelona setelah Thiago Motta di kartu merah pada menit 28, karena melakukan screening pada Busquests. Tapi karena Motta orangnya tinggi, maka tangannya malah kena muka. Dan Busquests deserve an oscar! Cerdik, mengelabui wasit.
Tempo dinaikkan Barca sepanjang pertandingan, dengan Messi melakukan tendangan dari luar kotak penalti. Luckily, jemari JC masih menyelamatkan gawangnya.
10 orang pemain Inter kembali merapatkan pertahanan pada babak kedua, dengan Milito dan Eto’o membantu defending, Samuel dan Cambiasso berkali-berkali man mark Messi, dan si outstanding Lucio cover wilayahnya dengan sangat baik.
Barcelona kemudian mengganti Bojan dengan Ibrahimovic, sesuatu yang memang saya takutkan. Dan memang terjadi. Belum lama berada di lapangan, dia sudah hampir mencetak angka, namun sundulannya masih luput tipis di sisi gawang JC. Dan setelah beberapa saat, terjadilah gol kelas dunia Pique, terlepas dari posisinya yang offside.
Drama semakin berlanjut pada menit akhir setela Bojan berhasil menceploskan bola ke gawang Inter, namun dianulir karena sudah terjadi handball pada Yaya Toure.
Peluit akhir dibunyikan, dan Inter deserve the final ticket !
Barcelona 1-0 Inter
Scorer: Piqué 84.
Barcelona: 1 Valdes; 2 Dani Alves, 3 Piqué, 18 G.Milito (19 Maxwell 46), 15 Keita; 6 Xavi, 24 Tourè; 16 Busquets (35 Jeffren 63); 10 Messi, 9 Ibrahimovic (11 Bojan 63), 10 Pedro. ?
Subs not used: 13 Pinto, 4 Marquez, 14 Henry, 34 Thiago Alcantara.
Coach: Josep Guardiola.
Inter: 12 Julio Cesar; 13 Maicon, 5 Lucio, 25 Samuel, 4 Zanetti; 19 Cambiasso, 8 Thiago Motta, 26 Chivu; 9 Eto’o (17 Mariga 86), 10 Sneijder (11 Muntari 77); 22 D.Milito (2 Cordoba 81).
Subs not used: 1 Toldo, 23 Materazzi, 45 Balotelli, 89 Arnautovic.
Coach: José Mourinho.
Referee: Frank De Bleeckere (Belgium).
Booked: Thiago Motta 10, Pedro 27, Julio Cesar 35, Chivu 43, Muntari 82.
Sent off: Thiago Motta 28.

Kira-kira 10 hari yang lalu Jakarta kembali meledak, tepatnya di 2 hotel bintang 5 di mega kuningan, JW Marriot dan Ritz Carlton. Kebetulan saya sedang pulang kampung ke Kalbar waktu terjadinya pemboman jadi saya kurang tahu kondisi TKP nya. Oke saya ga bakal mengulas bagaimana kisahnya lebih lanjut kenapa bisa sampai terjadi (kalian juga pasti sudah menemukan banyak info seputar ini di blog-blog teman-teman seperti
08 Juli 2009 ini memang menjadi hari bersejarah buat semua warga Indonesia karena pemilu yang diadakan menjadi bukti dari demokrasi bangsa kita yang semakin bertumbuh ke arah yang positif. Kebetulan pemilu kali ini merupakan pemilu pertama saya sebagai warga yang 
Most Popular Articles